Contoh Sinopsis Novel


Sekedar berbagi aja buat kalian yang lagi pengen tahu tentang sinopsis novel. Nih aku udah tulisin sinopsis novel “Tuhan, Jangan Pisahkan Kami” by Damien Dematra. Menurutku sih ceritanya keren soalnya tentang perjuangan seorang perempuan untuk bertahan hidup. Penasaran? Langsung baca aja yes and please leave comment :) 



‘Tuhan, Jangan Pisahkan Kami’



Sinopsis

       Prasasti Alanis seorang anak yatim piatu yang bekerja sebagai penyobek tiket masuk Planetarium. Sasti memiliki catatan masa lalu yang bisa dibilang tidak sebahagia orang lain.
           Kehidupan Prasasti berjalan baik-baik saja. Sampai pada suatu hari tubuhnya tiba-tiba menjadi lemah dan ngilu di seluruh persendian. Di saat yang sama, hadirlah Zahir, pemuda tampan, kaya raya, pujaan wanita, dan suka bicara blak-blakan. Perjumpaan mereka dalam sebuah kelas melukis berlanjut ke pertemuan-pertemuan lain yang menambah kompleks permasalahan. Prasasti telah memiliki Salman, namun Zahirlah yang sebenarnya berhasil mencuri hatinya.
            Sementara itu sakit yang terus menggerogoti tubuh Prasasti membuat rambutnya sedikit demi sedikit rontok, kulitnya berbercak kemerahan dan ia pun sering mendadak pingsan. Kecantikannya perlahan terkikis, namun ternyata Zahir tak mempedulikan hal itu. Dalam sebuah pemeriksaan, Dokter memberi tahu Prasasti bahwa ia mengidap Lupus.
            Suatu hari, Salman menjenguk Sasti. Salman sangat mencitai Sasti dan akan terus menunggunya. Dua bulan berada di rumah sakit, Sasti diperbolehkan pulang. Salman mengajak Sasti untuk makan malam. Namun, Salman membuat suasana memburuk. Ia membahas tentang kedekatan Sasti dengan Zahir dan Kersen. Ya, mereka tidak jadi makan malam dan pulang masing-masing. Saat Sasti tiba di kamar kosnya ada sepucuk surat dari Salman. Setelah membaca isi surat itu, Sasti kembali pingsan. Rahman memberi tahu Sasti apa yang sebenarnya terjadi terhadap Salman. Salman telah meninggal 2 hari yang lalu akibat kecelakaan dan akhirnya pada saat itu juga sasti ditinggalkan oleh kekasihnya untuk selamanya.
            Beberapa hari setelah hal tersebut, Sasti juga diduga mengidap penyakit tumor dan akhirnya dia dioperasi. Syukurlah nyawanya terselamatkan.
            Pramana, Zahir, dan Keren menyiapkan hadiah untuk Sasti. Mereka tidak memberitahukannya pada Sasti karena ingin Sasti melihatnya sendiri. Tiba di halaman panggung yang besar, Sasti melihat teman sesama penderita lupus dan ada musisi “DEBU” (musisi yang sangat disukai Sasti). Disanalah Zahir melamar Sasti untuk menjadi pendamping seumur hidupnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Biografi Abu Hurairah

Peristiwa Isra' Mi'raj

Perkembangan Tekhnologi Mobile Phone